Home Berita Lima Menit Sesudah Tewas, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif oleh Keluarganya

Lima Menit Sesudah Tewas, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif oleh Keluarganya

2 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Lima Menit Sesudah Tewas, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif oleh Keluarganya
3
7
Lima Menit Sesudah Tewas, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif oleh Keluarganya
Bharada E dan Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J. foto: ist —

JAKARTA — WhatsApp (WA) milik Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J ternyata sempat aktif lima menit setelah ia tewas pada Jumat (8/7). Siapa yang menyimpan HP Brigadir Nopryansah ini?

Inilah percakapan keluarga dengan Brigadir J atau Brigadir Nopryansah dari Tanggal 2 hingga 8 Juli Pukul 13.02 WIB atau beberapa jam sebelum Brigadir J tewas.

Namun WhatsApp milik Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J ternyata sempat aktif lima menit setelah ia tewas.

Hal ini kini menjadi tanda tanya besar bagi keluarga besar Brigadir Joshua Hutabarat, tentang siapa sosok yang membuka WhatsApp Brigadir J.

WhatsApp Yosua Hutabarat terakhir aktif pada pukul 17.05 pada Jumat 8 Juli 2022.

Berikut adalah transkrip percakapan terakhir Brigadir J di grup WhatsApp keluarga jelang hari kematiannya.

Brigadir J semasa hidup, dan cuplikan chattingnya di WhatsApp. Terlihat aktif terakhir pukul 17.05 pada Jumat (8/7/2022).

Percakapan Tanggal 8 Juli 2022

Anggota keluarga inisial Y mengirimkan foto keluarga di Grup WA sedang berada di pemandian air panas Sipoholon, Tarutung.

Pemandian tersebut pernah menjadi tempat mereka main sewaktu kecil.

Lalu pukul 12.58: Y kirim foto ibu di grup WhastApp.

Pukul 13.02: Yosua membaca pesan foto tersebut, namun tidak ada balasan.

Pukul 17.05: Riwayat WhatsApp aktif terakhir.

Pukul 19.34: Y kirim foto lagi di grup WhatsApp. Brigpol Yosua tidak membaca.

Pukul 21.34: RH telah berada di RS Bhayangkara Jakarta mengabarkan Brigpol Yosua meninggal dunia.

RH adalah adik sepupu Yosua, hadir pada saat proses autopsi berjalan.

Proses autopsi yang dilakukan tidak ada pendampingan dari pihak keluarga, hanya diminta tanda tangan persetujuan. (ral/pojoksatu)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.