Home Berita Jembatan Ampera Ditutup, Ini Alasannya…

Jembatan Ampera Ditutup, Ini Alasannya…

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Jembatan Ampera Ditutup, Ini Alasannya…
2
5

PALEMBANG – Jembatan Ampera akan dilakukan pengujian hanger dan elastomeric bearing pada jembatan bentang tengah jembatan.

Untuk itu, terhitung Rabu (9/3) hanya pada pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB akan dilakukan penutupan sementara jembatan hingga Sabtu (12/3) mendatang.

Pengujian ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, dynamic loading test pada akhir tahun lalu.

Pada pengujian ini, ingin diketahui apakah hanger jembatan masih memikul beban atau tidak.

Untuk pengerjaan itu, Jembatan Ampera akan dikakukan buka tutup lalu lintas pada pukul 23.00 WIB-03.00 WIB.

“Pengujian ini merupakan tindaklanjut hasil evaluasi struktur jembatan sehingga diperlukan pemeriksaan lebih detail terhadap lokasi perletakan (bearing pad) dan kabel (hanger) eksisting,” jelas Julia Augustine, Kasatker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) Sumsel, Rabu (9/3).

Salah satu yang diteliti lebih lanjut, katanya, adalah kondisi hanger dan peletakan dudukan jembatan bentang tengah dibawah menara. Pengujian pada kabel jembatan di bentang utama sepanjang 75 meter, menara kiri dan kanan.

“Saat pengujian nanti lalu lintas tak sepenuhnya ditutup,” ungkapnya.

Satu atau dua lajur akan tetap dibuka. Nanti pada saat pengujian Lalin akan dihentikan sekitar 2-3 menit.

“Dengan kegiatan yang dilakukan malam hari, kemungkinan tak akan membuat kemacetan. Jika pun ada, pihaknya sudah menyiapkan rute alternatif terhadap akses jembatan Ampera. Bisa lewat Musi 4 atau Musi 6,” urainya.

Pengujian ini cukup penting dilakukan untuk memperpanjang usia Jembatan Ampera.
Diketahui, Ampera pernah dikakukan evaluasi struktur pada 1988 lalu.

Setelah itu, belum ada pengujian secara komprehensif, hanya bersifat visual dan penanganan korosi.

Kemudian pada 2018 hanya pada estetika jembatan saja dengan pengecatan.

Pengujian yang dilakukan setelah uji dinamik yang lalu cukup penting untuk dilakukan.

Setelah ini, pada akhir 2022 atau awal 2023 nanti akan kembali dilakukan pengujian statis untuk melihat efektivitas penanganan rehabilitas yang dilakukan.

“Diluar itu, mungkin ada kegiatan di badan jalan, melihat pondasi dan lainnya,” bebernya.

Dia juga menerangkan, jangka menengah ini akan dilakukan perbaikan korosi, penambahan kekuatan beton.

Sementara untuk jangka panjangnya, bergantung pada hasil pengujian selama 4 malam itu. 

Ia berharap, berbagai upaya yang dilakukan ini bisa membuat daya tahan jembatan bisa lebih lama dari umur seharusnya.

“Harapannya daya tahan jembatan ini bisa bertahan lebih lama,” pungkasnya. (edy)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.