Home Berita Tepis Depresi, Keluarga Ikhlas Burniat Dimakamkan di Surabaya

Tepis Depresi, Keluarga Ikhlas Burniat Dimakamkan di Surabaya

6 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Tepis Depresi, Keluarga Ikhlas Burniat Dimakamkan di Surabaya
4
8
Takziah malam ketiga di rumah duka Burniat di Dusun 2, RT 02, Desa Sukajaya SP 3, Blok 8, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Muba, salah seorang peziarah yang tewas di tol Dupak Surabaya. Foto : Tejok/sumeks.co

SUMEKS.CO, MUBA – Keluarga almarhum Burniat (52), salah satu korban kecelakaan maut antara bus berisikan rombongan peziarah dengan truk tol Dupak Surabaya arah Waru Sidoarjo, pada Sabtu (5/4/2022) lalu, keluarga mengikhlaskan jenazah dimakamkan di Surabaya.

Selain Burniat, sopir dan kernet Truk colt diesel, juga ikut menjadi korban dalam persitiwa tersebut.

Senin (7/3) malam, keluarga menggelar yasinan hari ketiga wafatnya Burniat di rumah duka di Dusun II, RT 02, Desa Sukajaya SP 3, Blok 8, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Muba.

“Kami sudah mengiklaskan bapak dimakamkan di Surabaya. Kalau jenazah mau dibawa pulang ke Plakat Tinggi ongkosnya mahal,” ujar Kartika (57), istri almarhum Burniat saat ditemui SUMEKS.CO, Senin malam.

Kartika, sempat menceritakan awal suaminya mengikuti ziarah ke makam Wali Songo termasuk tokoh-tokoh penting termasuk mantan Presiden RI.

“Bapak sudah ikut rombongan ziarah sejak tahun 2016 hingga 2018, kemudian tahun ini berangkat lagi. Ziarah sebelum menyambut bulan ramadan ini memang sudah rutinitas tiap tahun. Sempat berhenti pada tahun 2019 hingga 2021 lalu karena pandemi. Saya tahun ini saja yang tidak ikut karena sakit,” kata Kartika.

Menurut Siti, anak ketiga Burniat, tahun ini rombongan yang berangkat sebanyak 45 orang. Untuk satu orang biaya transportasi sebesar Rp1,5 juta diluar makan dan keperluan lainnya.

“Rencananya berangkat selama delapan hari. Saat tiba, bapak sempat menelpon pagi-pagi. Bapak berpesan, urus lah mamak, aku nak pegi,” ujar Siti.

Jenazah Burniat saat dimakamkan Makam Islam Karang Tembok, Surabaya, Jatim. Foto : dokumen keluarga for sumeks.co

Siti mengungkapkan, sama sekali keluarga tidak memiliki firasat buruk. “Dak ado pirasat apa-apa, tidak ada mimpi sama sekali,” ungkap Siti.

Pihak keluarga awal mengetahui kejadian tersebut dari akun Facebook Siti.

“Awalnya kurang percaya, mungkin isu saja. Waktu siang, ado yang cerito kecelakaan. Salah satu penumpang mengalami luka di kepala. Itu istrinya Pak Tarmizi, suami salah seorang peziarah. Tetapi bapak Tarmizi tidak ikut,” lanjut Siti.

Siti menambahkan, almarhum Burniat memang sempat menyampaikan pesan meminta dimakamkan di Surabaya saja.“Bapak dimakamkan di Surabaya, persisnya di Makam Islam Karang Tembok, Surabaya, Jatim. Sebelumnya bapak sempat dirawat di RS PHC Surabaya,” terang Siti.

Siti juga menepis, dugaan depresi yang dialami Burniat seperti yang diberitakan di sejumlah media.

“Sebelum berangkat, bapak masih sempat jualan bubur ayam keliling dan tidak ada sakit apa-apa termasuk depresi seperti yang disebutkan di media. Yang jelas keluarga sudah ikhlas,” tandas Siti.

Diketahui, sebanyak tiga orang tewas akibat kecelakaan bus dengan truk di Tol Dupak Surabaya arah Waru Sidoarjo, Sabtu (5/4).

Bus yang berisi rombongan penumpang peziarah asal Sumatera Selatan itu baru saja selesai berziarah dari Makam Sunan Ampel, Surabaya perjalanan ke arah Jombang, Jawa Timur.

Setibanya di KM KM 4-100/B ruas Tol Dupak Arah Waru, salah satu peziarah bernama Burniat berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah sopir berupaya mengambil alih kemudi saat bus melaju dengan kencang.

Tatang tak kuasa menahan kendali mengakibatkan bus berbalik arah ke lajur berlawanan dan menghantam truk colt diesel.

Sopir dan kernet truk tersebut meninggal dalam insiden itu. Dugaan sementara yang menyebabkan kecelakaan tersebut adalah penumpang bernama Burniat.

“Dugaan sementara penumpang depresi. Namun, masih didalami lagi,” kata Kasat PJR Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi.

Sementara itu, Kanit 2 PJR Polda Jatim AKP Sigit menambahkan dari keterangan para saksi sejak awal Burniat tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

Dia bersikap layaknya orang normal. Namun, saat perjalanan ke arah Jombang, di Tol Dupak sikap Burniat menunjukkan gelagat yang tidak wajar.

“Di dalam bus itu, saat berupaya mengambil alih kendali kemudi sopir bus, dia bilang ingin mati bersama-sama,” jelasnya.

Burniat sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi mengumumkannya sebagai korban tewas ketiga dalam kecelakaan itu.(dho/tjo)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.