Home Berita Dilantik, Pengurus HIPDI Sumsel dan Begini Harapannya

Dilantik, Pengurus HIPDI Sumsel dan Begini Harapannya

4 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Dilantik, Pengurus HIPDI Sumsel dan Begini Harapannya
2
6
Pelantikan HIPDI Sumsel

SUMEKS.CO, Palembang – Ternyata angka atau cost yang dikeluarkan masyarakat Indonesia selama satu tahun untuk perayaan wedding mencapai angka Rp 100 triliun. Angka ini sendiri merupakan kalkulasi yang dihitung DPP Himpunan Pengusaha Dokumen Indonesia (HIPDI), se Indonesia selama satu tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Ketua DPP HIPDI, Sufrapto, usai pelantikkan DPD HIPDI Sumsel, di gedung Atyasa Jalan Demang Lebar Daun kemarin. DPD Sumsel sendiri merupakan DPD yang ke-8 dibentuk kepengurusannya di Indonesia. Sedangkan di kepulauan Sumatera, Provinsi Sumatera Selatan merupakan DPD kedua setelah provinsi Lampung.

“Target kita kedepan, DPD HIPDI akan terbentuk se Indonesia,” jelasnya. Harapan dengan dibentuknya DPD HIPDI Sumsel ini dapat mempererat antara pengusaha dokumentasi di Indonesia.

Dia juga menyebut dengan hadirnya HIPDI akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta terciptanya situasi yang kondusif. Menyinggung dalam masa pandemi  dan saat ini apakah HIPDI masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

“Yang kita dapatkan pada tahun 2018, berdasarkan data dirilis tempo usaha dokumentasi umumnya merupakan wedding, yang memiliki potensi besar dalam industri pernikahan di Indonesia costnya mencapai 7 miliar dollar atau setara Rp 100 triliun,” jelasnya.

Selama ini indsutri besar memang masih didominasi dua kota yang ada di Indonesia. Selain Jakarta dan Surabaya. Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan teknologi yang tidak bisa dilepaskan dari sisi kreatif fotografi. “Kita pastikan industry ini akan terus bertumbuh,” ujar Sufrapto optimis.

Kehadiran HIPDI juga menurut Sufrapto, untuk mengakomodir semua permasalahan yang menimpa anggota, pengurus serta yang tengah dihadapi dalam masa pandemic seperti saat ini.

Contoh kelebihan HIPDI juga menurut Sufrapto, dapat menjadi jembatan kepemerintah. Seperti adanya izin event dan izin acara. “Kita memperjuangkan melalui HPDI. Kalau misalkan profesioal pribadi tidak bisa berjuang sendiri. Karena memang tidak ada legalitasnya. Nah, bagi wong kito yang ingin bergabung dengan HIPDI, selain diminta surat adanya keterangan dari RT, lurah dan camat. Ada baiknya, calon anggota memiliki CV atau PT.

Terpisah, ketua DPD HIPDI Sumsel yang baru dilantik Rski Chaniago, mengatakan HIPDI Sumsel sebagai induk organisasi di provinsi Sumatera Selatan kedepan akan mengembangkan sayap ke kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Selatan.

“Ada 17 kota dan kabupaten. Kita berharap akan dapat terbentuk kepengurusannya,” kata dia. Dia juga berharap akan dapat membangun dampak positif bagi pengurus dan anggota HPIDI kedepannya. Sejauh ini anggota DPD HIPDI Sumsel sendiri sejauh ini tercatat ada sebanyak 100 orang lebih. (iol/ril/md)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.