Home Berita Sopir PO Gandos Abadi Meninggal Dunia, Kasus Tetap Lanjut

Sopir PO Gandos Abadi Meninggal Dunia, Kasus Tetap Lanjut

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Sopir PO Gandos Abadi Meninggal Dunia, Kasus Tetap Lanjut
4
6

SUMEKS.CO – Sopir PO Bus Gandos Abadi Veriyanto (35), turut menjadi korban dalam kecelakaan maut di Bukit Bego Wukirsari Imogiri Bantul, Minggu (6/2). Sosok ini meninggal dunia saat akan mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penyebabnya adalah adanya cidera kepala berat.

Atas fakta ini, Polisi masih mendalami penyidikan. Terutama dari pemilik bus PO Gandos Abadi. Apakah ada kelalaian dalam proses perawatan bus. Selain itu juga memastikan kelaikan untuk operasional bus pariwisata ini.
“Ini tidak hanya sopir, ada pemilik ada PO dan sebagainya. Apakah sudah melaksanakan kewajiban, kalau sudah dilaksanakan otomatis kasus berhenti karena pengemudi meningal dunia,” jelas Kapolres Bantul AKBP Ihsan ditemui di Mapolres Bantul, Minggu malam (6/2).

Terkait lokasi kecelakaan, pihaknya masih akan mengkaji. Guna memastikan keamanan rute menjadi perlintasan bus pariwisata. Terlebih jenis kendaraan besar dengan rombongan penumpang.
Ihsan mengimbau agar kendaraan pariwisata mencari jalan alternatif lainnya. Sejatinya rute teraman adalah melalui jalur Patuk Jalan Wonosari. Rute jalan di lokasi tersebut cenderung landai dan aman.

“Mengimbau kepada pemilik kendaraan pariwisata tidak melewati tempat itu. Sudah 2 kejadian, ini bisa lewat Patuk jalan Wonosari, jangan dulu lewat situ. Untuk rekomendasi masih kajian, kecelakaan sebelum 2017,” katanya.

Untuk korban meninggal dunia mencapai 13 orang. Sementara korban luka ringan hingga luka berat sebanyak 34 orang. Korban meninggal dunia termuda 10 tahun dan tertua 75 tahun.

“Data meninggal dunia di tempat ada 4 orang, kemudian sisanya ada yang dalam perjalan dan perawatan. Intinya saat ini sampai 13 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Wadirlantas Polda DIJ AKBP Hendra Gunawan memastikan akan ada kajian traffic accident analysis. Guna memberikan gambaran secara animasi proses terjadinya kecelakaan. Rencananya proses ini akan berlangsung Senin (7/2) di lokasi kecelakaan.

Dari hasil penyelidikan ini juga akan muncul rekomendasi. Terutama terkait inspeksi dan audit terjadinya kecelakaan. Apakah lokasi kecelakaan layak menjadi rute perlintasan bus pariwisata.

Hendra menuturkan, lokasi kecelakaan tergolong rawan. Ini terbukti adanya dua kecelakaan besar di lokasi yang sama. Kecelakaan sebelumnya juga bus pariwisata menabrak tebing pada 2017.

“Apakah faktor jalan apakah faktor pengemudi , faktor kendaraan atau cuaca melalui traffic accident analysis. Apakah nantinya perlu ada rambu larangan, ini nanti jadi bagian dari evaluasi. Apalagi daerah wisata sehingga penting untuk dianalisis,” katanya. (dwi/ila/radarjogja)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.