Home Berita Korban Mahasiswi di Unsri Lebih dari Satu, Jialyka Maharani: Masuk Kejahatan Luar Biasa

Korban Mahasiswi di Unsri Lebih dari Satu, Jialyka Maharani: Masuk Kejahatan Luar Biasa

2 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Korban Mahasiswi di Unsri Lebih dari Satu, Jialyka Maharani: Masuk Kejahatan Luar Biasa
3
8
Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani. foto: instagram

PALEMBANG – Kasus dugaan asusila yang terjadi di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, akan dikawal serius oleh anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani.

Senator termuda ini berjanji akan menyampaikan langsung dugaan kasus pelecehan seksual tersebut ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Senator yang baru saja dianugerahi Rekor MURI sebagai anggota DPD dan MPR RI termuda sepanjang sejarah tersebut juga menyampaikan bahwa aduan dan laporan ke Mapolda Sumsel oleh mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual oleh terduga oknum dosen dan staf di Unsri bukan hanya satu orang.

“Ini jelas sudah masuk kategori kejahatan yang luar biasa. Seharusnya pihak universitas yang paling pertama memberikan advokasi kepada korban untuk kasus tersebut. Jangan anggap enteng kasus ini,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu malam (4/12).
 
Aktivis perempuan ini juga menegaskan bahwa negara sedang berjibaku dalam penanggulangan kasus kekerasan seksual. Hal tersebut dapat dilihat dari dikeluarkannya Permendikbudristek 30/2021 yang merupakan salah satu langkah progresif untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, sedang dibahasnya RUU TPKS di DPR, serta atensi penuh dari aparat penegak hukum terhadap kasus kekerasan seksual.
 
“Semoga tidak ada cerita untuk menutupi kasus demi menjaga nama baik institusi kampus, saya berharap jangan ada muatan tendensi apapun dalam penanganan kasus dengan memberikan ruang seterang terangnya untuk penyelesaian kasus tersebut,” jelas Jialyka.  (rmol.id)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.