Home Berita Ganjar Pranowo Jadi Polemik Elite PDIP-Golkar

Ganjar Pranowo Jadi Polemik Elite PDIP-Golkar

4 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Ganjar Pranowo Jadi Polemik Elite PDIP-Golkar
4
13
Ganjar Pranowo. foto: fajar

SUMEKS.CO, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi topik perbincangan hangat di Tanah Air. Terlebih yang memperbincangkannya elite politik. Yakni Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Nurdin Halid.

Hasto dan Nurdin Halid berseteru berkaitan dengan politisi PDIP Ganjar Pranowo. Perseteruan ini berawal dari candaan Nurdin saat menjadi pembicara dalam diskusi di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (11/11). Dalam diskusi tentang fenomena kemunculan relawan Pilpres 2024 itu, Nurdin berkelakar Golkar akan menerima Ganjar jika tak mendapat tempat di PDIP.

Perwakilan relawan pendukung Ganjar, yang menamakan diri mereka Ganjarist, juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Ketua Ganjarist, Mazdjo Pray hadir secara langsung.

“Apakah nanti aspirasi relawan ditolak atau tidak ditolak itu tidak penting, yang penting adalah suara Golkar adalah suara rakyat, suara rakyat adalah suara Golkar,” kata Nurdin.

“Jadi adinda Mazdjo tidak usah khawatir, nanti kalau Ganjar tidak mendapat tempat di partainya ada Golkar terbuka, apakah nomer satu nomer dua itu soal nanti,” imbuhnya.

Menurut Nurdin, Golkar siap menjadi rumah baru untuk Ganjar. Namun, Ganjar diingatkan agar menganggap menjadi pemilik Golkar.

“Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri pasti ada wakil, karena ada aspirasi Mazdjo, di tempatnya tidak ada tempat ini ada rumah baru, tapi ketika kita masuk dalam sebuah rumah yang baru tidak cuma kontrak, jangan jadi pemilik. Bersama-sama dulu baru jadi pemilik,” sebut Nurdin

Bagaimana reaksi Hasto Kristiyanto atas kelakar Nurdin Halid? Tanggapan Hasto atas kelakar Nurdin Halid memang cukup mengagetkan. Hasto menuding Nurdin sudah beberapa kali membujuk Ganjar, namun ditolak.

“Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Pak Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaannya setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik, dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi,” ujar Hasto, kepada wartawan, Jumat (12/11).

Hasto menyebut Ganjar lahir dari proses kaderisasi. Dia pun meyakini Gubernur Jawa Tengah itu memahami dan taat pada AD/ART partai.

Sekjen PDIP dua periode itu lalu mengungkit jasa-jasa para pihak yang membuat Ganjar terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Menurut Hasto, sejarah itu yang membuat Ganjar paham bahwa urusan Pilpres 2024 di tangan Megawati Soekarnoputri.

“Dari proses menjadi Gubernur sendiri, Bung Ganjar tahu betul ketika dicalonkan sebagai gubernur, saat itu elektoralnya jauh di bawah incumbent. Hanya karena melalui kerja kolektif, gotong royong, yang menyatu dengan rakyat, Bung Ganjar bisa diperjuangkan sebagai Gubernur Jawa Tengah,” papar Hasto. (detik.com/dom)

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita
Comments are closed.